23.40

Uang Bulanan Anak Kos Habis Belum Pada Saatnya

Diposting oleh KOMUNITAS KOS

Assalamu`alaikum Sobat Mpers.

Alhamdulilllah setelah sedikit blank dengan semua kelelahan dan sedikit berkurang nikmat, saya akhirnya menemukan sebuah tags baru untuk MP saya. Hanya sebuah harapan kecil agar para Mpers bisa terus mengambil hikmah dari cerita-cerita perjuangan anak kos .

Kebetulan, saya menganggap diri saya adalah projek yang sangat cocok menjadikan sebuah contoh penggambaran anak kos dijakarta. Mungkin hanya sebagian kisah yang mewakili kisah yang sebenarnya terjadi. Yang sebenarnya cerita ini hanya sepersepuluh saja dari realita yang sebenarnya.

====================================================================

Pada saat hari menjelang akhir bulan, atau tepatnya baru saja pertengahan bulan adalah masa-masa yang cukup signifikan bagi anak kos yang terbatas dana. Memang sebenarnya bisa dicari alternatif lain, misalnya kerja dan mencari sampingan. Tapi nasib semua orang itu berbeda. banyak faktor penentu akan hal tersebut. Jangan terlalu naif mengartikan keadaan seseorang bisa sama dengan kita.

Adakalanya kita harus bisa menyadari keadaan yang menimpa seseorang yang statusnya adalah saudara seiman. Dari sini kita akan berangkat untuk bisa meringankan beban bersama dan menikmati keindahan dalam ukhuwah islamiah bersama. Ah, indahnya nasib Anak Kos jika memang itu adanya. Sayangnya, tidak semua bernasib sama dan tidak semuanya menjadi indah dalam ukhuwah anak kos.

Pada saat-saat krisis seperti pertengahan bulan seperti ini, seorang anak kos hanya bisa mengharap keridhaan Allah. Usaha? tentu hal itu sudah dari dulu dia lakukan. Tidak menyerah dengan nasib adalah sebuah kenyataan pahit yang terus dihiasi olehnya.

Dulu, ayah saya pernah mengatakan bahwa hidup itu adalah sebuah kesusahan sekaligus kenikmatan yang tiada tara bagi mereka yang bisa bersyukur. Sbeuah nasihat yang sangat berharga untuk anak perantauan seperti saya. Mungkin umur perantauan saya masih cukup muda dibandingkan mereka yang lain. Saya mengakui itu.

entah berapa kali keindahan itu selalu bernama kelaparan atau sedikit rasa lapar. Dulu, saya pernah berkeluh kesah kepada seorang sahabat tapi itu semua hanya membuat saya menjadi pribadi yang lemah. Bukankah setiap orang selalu ingin menjadi pribadi yang kuat? paling tidak itulah yang selalu saya pahami. Pada saat lapar datang, maka bersyukurlah. Menikmati tidur malam dengan keadaan lapar. Paling tidak, hikmah yang paling kecil adalah kita akan ikut merasakan penderitaan mereka yang hidup dalam ketidak mampuan ekonomi.

Sebuah keindahan yang tiada tara pada saat air mata anda mengalir menahan rasa lapar dan dapat bersyukur karenanya. Bersyukur karena anda masih bisa makan walau hanya sehari dua kali. bersyukur karena anda masih bisa tinggal dan tidur diatas kasur kos-kosan. bersyukur karena anda masih bisa bersyukur kepada Allah.

Kenyataan-kenyataan pahit dunia kosan selalu saja dapat berdampak negatif dan juga positif, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Selalu dalam keridhaan dan selalu berusaha untuk menikmati keadaan yang tiada tara tsb. Inilah Hidup, paling tidak saya kembali mengingat kata-kata ayah. Dalam keadaan yang paling pahit, sudahkah kita bersyukur? ataukah kita malah memaki nasib?